Berwisata Religi di Taman Kera Kalijaga Cirebon

Berwisata Religi di Taman Kera Kalijaga Cirebon

Salah satu tempat bersejarah sekaligus objek wisata di Cirebon yang patut anda kunjungi ialah Taman Kera Kalijaga Cirebon. Kawasan ini memiliki banyak keistimewaan dan legenda yang sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar kawasan. Menurut cerita rakyat, lokasi ini pernah dijadikan tempat pertemuan panglima perang Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Kanoman, dan Kesultanan Mataram untuk melawan Belanda.

Akses Menuju Taman Kera Kalijaga Cirebon

Objek wisata Taman Kera Kalijaga Cirebon terletak di wilayah kelurahan Kalijaga, kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat. Lokasi ini berjarak tak jauh dari terminal Harjamukti dan bandar udara Penggung yang hanya berkisar 600 meter. Anda juga dapat menyewa kendaraan di sewa mobil Fortuner Cirebon.

kera-liar-di-taman-kera-kalijaga-cirebon-300x200

Daya Tarik Utama Situs Taman Kera Kalijaga Cirebon

Situs Taman Kera Kalijaga ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17. Masyarakat yang berada di sekitar area situs ini meyakini bahwa situs ini merupakan petilasan Sunan Kalijaga ketika sang Sunan melakukan kegiatan penyebaran agama Islam di sekitar daerah Cirebon. Situs Petilasan Sunan Kalijaga ini kira-kira memiliki luas sekitar 120.000 m2. Kawasan ini dilalui oleh dua sungai yang memiliki dua sampai tiga nama yang berbeda, yaitu Kali Simandung, Kali Mesjid, dan kedua aliran sungai ini bertemu di Kali Cawang. Dahulu kala, kali ini dapat digunakan untuk wudhu. Akan tetapi, dewasa ini masyarakat setempat hanya menggunakannya untuk mandi dan mencuci pakaian.

Dalam situs Taman Kera Kalijaga ini terdapat bangunan petilasan, sumur kuno, masjid keramat, dan makam kuno. Selebihnya, dipenuhi oleh hutan lindung yang dihuni oleh dua kelompok kera. Bangunan petilasan ini disebut Pasarean dari kata Jawa yang berarti tempat beristirahat. Bangunan ini berbentuk (L) yang terdiri dari tiga ruangan. Ruangan pertama biasanya digunakan oleh para peziarah untuk memanjatkan permohonan. Ruangan ini memiliki sebuah pintu yang disebut pintu bacem. Ruangan kedua terdapat beberapa makam kuno, dan ruangan ketiga merupakan bekas kamar tidur Sunan Kalijaga yang ditutup dengan kelambu. Tepat di sebelah barat bangunan, terdapat makam para pengikut dan kerabat Sunan Kalijaga. Makam ini dibatasi oleh susunan batu merah setinggi kurang lebih 120 cm dengan tebal kurang lebih 90 cm. Kawasan Taman Kera Kalijaga merupakan satu-satunya kawasan konservasi hutan yang tersisa di Cirebon. jika ingin bewisata ke jogja, silahkan hubungi bus pariwisata Jogja visit http://sewabusyogyakarta.com/

Kegiatan yang Dapat Anda Lakukan

Sebagai salah satu objek wisata religi, di lokasi ini anda dapat berwisata sekaligus berziarah. Anda juga dapat berkunjung ke sini saat ngabuburit di tempat ini pada saat bulan Ramadhan.

Hal-Hal yang Patut Anda Perhatikan

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat berkunjung ke situs ini, misalnya dilarang mencuri atau membawa kera-kera yang ada di kawasan hutan Petilasan Sunan Kalijaga ini karena masyarakat percaya akan mendapat kesialan atau kualat. Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar situs, kera-kera tersebut merupakan jelmaan para pengikut Sunan Kalijaga yang dianggap menyimpang dari aturan Rasulullah. Uniknya kera-kera tersebut seolah-olah menyadari akan batasan wilayah mereka sehingga kelompok kera dari selatan tidak akan mau berbaur dengan kera dari kelompok utara dan begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu, pada waktu tertentu, mereka terlibat dalam tawuran. Mereka saling berteriak seakan-akan saling mengejek lalu saling menghantam dan saling menggigit. Tak jarang beberapa kera menjadi korban akibat perkelahian kedua kelompok kera tersebut.

Banyaknya sejarah dan keunikan di kawasan ini tidak memungkiri bahwa kawasan ini tidak pernah sepi setiap harinya. Bahkan kawasan ini mengalami peningkatan pengunjung saat weekend dua kali dibanding hari biasa. Salah satu objek wisata religi dengan daya mistis yang tak kalah menegangkan yaitu Objek Wisata Plangon Cirebon. Objek wisata ini juga dihuni oleh monyet liar juga terdapat makam yang keramat.

Sebagai anggota Wali Songo, Sunan Kalijaga merupakan salah satu sunan yang dianggap paling sakti yang diperkirakan wafat pada umur sekitar 100 tahun. Semasa hidupnya, Sunan Kalijaga ikut terlibat dalam proses pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon. Dalam menyebarkan agama Islam, beliau menggunakan pendekatan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana dalam berdakwah misalnya, pemakaian gamelan, seni ukir, cerita wayang, serta suluk. Oleh karena itu, sebagai objek wisata religi, Taman Kera Kalijaga Cirebon merupakan salah satu objek wisata yang tidak boleh anda lewatkan.

Ziarah Rekreasi ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Ziarah Rekreasi ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Selain terkenal sebagai kota yang kaya akan budaya, Cirebon juga dikenal sebagai kota religius, salah satu faktor utamanya ialah terdapatnya Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon atau Masjid Sang Cipta Rasa. Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Agung Kasepuhan. Masjid ini merupakan masjid tertua di kota Cirebon yang dibangun sekitar tahun 1480 atau pada masa Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Nama masjid ini diambil dari kata “sang” yang berarti keagungan, kata “cipta” yang berarti dibangun, dan kata “rasa” yang berarti digunakan.

Akses Menuju Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Objek wisata sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon terletak di depan keraton Kasepuhan Cirebon atau sebelah barat alun-alun keraton. Tepatnya di jalan keraton Kasepuhan no. 43, kelurahan Kasepuhan, kecamatan Lemahwungkuk, kota Cirebon, Jawa Barat. Apabila anda ingin berkunjung ke objek wisata ini, anda dapat menikmati layanan dan  menyewa kendaraan di Sewa mobil Pajero Cirebon.

bagian dalam masjid agung ciptarasa cirebon

Daya Tarik Utama Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Beberapa hal menarik seputar tentang masjid agung ini, misalnya sejarah pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Sunan Gunung Jati. Beliau pun menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsitek bangunannya. Dalam proses pembangunannya, Sunan Kalijaga dibantu oleh seorang arsitek terkenal dari Majapahit bernama Raden Sepat. Raden Sepat merupakan tawanan dari perang Demak-Majapahit dengan alasan sebagai imbalan kerajaan Demak kepada Cirebon yang telah membantu mengirim pasukan dalam penyerangan ke Majapahit.

Sebelum memasuki halaman masjid, anda akan masuk melalui sebuah gapura unik. Gapura ini terbuat dari susunan batu merah gaya Majapahit. Pintu gapura terbuat dari kayu jati berwarna hijau dipadu dengan cat warna putih.

Mengenai arsitekturnya, masjid ini terdiri dari dua ruangan, yaitu beranda dan ruangan utama. Untuk masuk ke dalam ruangan utamanya, anda akan melalui 9 pintu yang melambangkan Wali Songo yang berjumlah sembilan orang. Uniknya lagi, masjid ini dibangun tanpa menara sebagaimana masjid yang lazim kita temui di Pulau Jawa. Masjid ini juga memiliki atap yang berbentuk limas, namun tanpa hiasan di ujungnya. Untuk masuk ke dalam ruangan utamanya, anda akan melewati sebuah pintu kecil juga pendek sehingga anda harus membungkuk bila berbadan tinggi besar. Hal ini dapat diartikan sebagai penghormatan alias membungkuk untuk masuk ke dalam masjid sebagai rumah Allah.

Dalam ruangan utama masjid ini, terdapat banyak tiang-tiang kayu yang ditopang oleh konstruksi besi modern sebagai salah satu upaya konservasi bangunan bersejarah. Lebih detailnya, tiang kayu yang disangga dengan plat baja merupakan salah satu soko guru  yang rupanya dibuat oleh Sunan Kalijaga sendiri dari serpihan kayu yang disatukan. Bagian beranda masjid ini ditopang oleh tiang-tiang kayu berukir yang pada bagian atasnya terlihat sudah sangat tua. Dan beberapa hal unik lainnya dapat anda temui di masjid agung ini. jika ingin bewisata ke jogja, silahkan hubungi bus pariwisata Jogja visit http://sewabusyogyakarta.com/

Kegiatan yang Dapat Anda Lakukan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Selain halaman masjid yang tertata rapi, juga suasana sejuk akan menyapa dan menyambut  anda di halaman masjid. Apabila anda masuk ke dalam masjid, anda dapat melakukan shalat, seperti shalat dhuhur, ashar, ataupun shalat sunat. Dengan ramah, pengurus masjid agung akan mempersilahkan anda melakukan shalat.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan Selama di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Apabila anda memasuki masjid, anda diharapkan mematuhi aturan-aturan yang dibuat untuk melestarikan masjid ini. Anda juga dilarang untuk melakukan yang menyimpang dengan kebiasaan yang ada di masjid ini seperti melakukan pesugihan.

Masjid Agung Cirebon sebagai salah satu destinasi perjalanan wisata yang dapat anda lakukan. Di masjid ini, anda akan mengenal lebih dekat pesona keindahan sebuah nilai arsitektur dengan segala keunikan dan nilai sejarahnya dan bukan untuk dipergunakan sebagai perjalanan ritual  yang disalahartikan penerapannya pada saat anda melakukan peziarahan.

Rekomendasi objek wisata dengan sensasi yang menarik lainnya, yaitu objek wisata Pemandian Cibulan Cirebon. Bagi anda yang belum merasakan sensasi berenang bersama dengan ikan yang oleh masyarakat di sana menyebutnya ikan dewa, anda patut berkunjung ke Pemandian Cibulan. Demikianlah ulasan tentang Masjid tertua di Cirebon. Sebagai objek wisata religius di Cirebon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon sebagai tempat yang wajib anda kunjungi yang akan membawa anda pada suasana pada masa Kesultanan Cirebon.

<style type="text/css"> table.hyzokwlrzc { float:none !important; border:1px solid #e0e0e0 !important; padding:0 !important; position:relative !important; font-weight:normal !important; margin:0 !important; min-width: 400px !important; vertical-align:top !important; min-height: 82px !important; list-style:none !important; text-align:left !important; line-height:normal !important; display:inline-block !important; border-spacing:0 !important; background:#ffffff !important; } table.hyzokwlrzc td { line-height:normal !important; font-weight:normal !important; list-style:none !important; float:none !important; margin:0 !important; text-align:left !important; background:none !important; padding:0 !important; width:100% !important; border-spacing:0 !important; border:none !important; vertical-align:top !important; } table.hyzokwlrzc div.tqgilibpbn{ background:none !important; border:none !important; float:left !important; text-align:left !important; border-spacing:0 !important; list-style:none !important; margin:0 !important; max-width:33% !important; padding:5px 0 0 28px !important; vertical-align:top !important; font-weight:normal !important; display:inline-block !important; line-height:normal !important; } table.hyzokwlrzc div.tqgilibpbn dt.rljthwyyzv{ border:none !important; list-style:none !important; vertical-align:top !important; line-height:normal !important; font-weight:normal !important; border-spacing:0 !important; background:none !important; margin:0 !important; text-align:left !important; min-height:1em !important; display:block !important; padding:3px 0 !important; float:none !important; } table.hyzokwlrzc div.tqgilibpbn dt.rljthwyyzv a{ color:#107821 !important; list-style:none !important; border:none !important; vertical-align:top !important; margin:0 !important; text-align:left !important; background:none !important; border-spacing:0 !important; float:none !important; font-family:Tahoma !important; line-height:normal !important; font-weight:normal !important; padding:0 !important; font-size:12px !important; } table.hyzokwlrzc div.tqgilibpbn li.jebpxhdnpw{ border-spacing:0 !important; list-style:none !important; min-height:1em !important; background:none !important; font-weight:normal !important; margin:0 !important; display:block !important; text-align:left !important; font-family:Tahoma !important; border:none !important; font-size:12px !important; float:none !important; padding:3px 0 !important; line-height:normal !important; color:#0052df !important; vertical-align:top !important; } table.hyzokwlrzc div.tqgilibpbn span.hnqnrjothn{ vertical-align:top !important; padding:3px 0 !important; font-family:Tahoma !important; text-align:left !important; min-height:1em !important; background:none !important; color:#107821 !important; float:none !important; border-spacing:0 !important; list-style:none !important; line-height:normal !important; border:none !important; font-size:12px !important; display:block !important; font-weight:normal !important; margin:0 !important; } </style> <table class="hyzokwlrzc"><tr><td> <div class="tqgilibpbn"> <dt class="rljthwyyzv"><a href="http://asiapoker99.in/">poker 99 online</a></dt> <li class="jebpxhdnpw">poker 99 online</li> </div> </td></tr></table>