Keraton Kanoman Cirebon adalah keraton yang berdiri pada tahun 1678 masehi terletak di kota Cirebon. Cirebon adalah salah satu kota di bagian timur provinsi Jawa Barat. Kota yang berdiri di bawah kaki gunung Ciremai ini mempunyai dua keraton atau pusat pemerintahan di masa lampau. Keraton Kanoman sendiri dibangun oleh Pangeran Mohamad Badridin yang bergelar Sultan Anom I. Keraton Kanoman adalah salah satu ujung tanduk dalam penyebaran agama Islam di Jawa Barat utamanya Cirebon. Pada awal mulanya, keraton ini hanya satu, tetapi akibat adanya permasalahan di dalam keraton, maka terpecahlah menjadi beberapa keraton. Juga disebutkan bahwa Sunan Gunung Jati mempunyai andil dalam membangun keraton ini. Keraton Kanoman sendiri sampai saat ini masih memegang teguh adat istiadat dan prosesi Grebeg Syawal yang terkenal seantero Nusantara. Menurut Pangeran Sulaeman Sulendraningrat pada tahun 1984. Kota Cirebon dulunya berasal dari sebuah perdukuhan kecil yang dirintis oleh Ki Gede Alang-Alang bersama kawan-kawannya, sedangkan di kompleks keraton yang luasnya sekitar 6 hektare ini masih dihuni oleh Sultan kedua belas yang bernama Raja Muhammad Emirusin. Di sekitar keraton, terdapat sebuah pasar yang dibangun oleh pemerintahan Belanda pada waktu itu. Hal ini membuat keraton tidak terlihat atau tertutup dari ramainya aktivitas masyarakat di dalam pasar apalagi akses masuk menuju keraton yang hanya memiliki satu gerbang sehingga makin mempersulit para wisatawan untuk menemukannya.

Akses Menuju Keraton Kanoman Cirebon

Lokasi tempat berdirinya Keraton Kanoman ini sendiri berada di jalan Winaon, kelurahan Lemah Wungkuk, Kampung Kanoman. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Keraton ini dikelilingi pasar yang oleh masyarakat sekitar menyebutnya Pasar Kanoman. Posisi keraton sebenarnya tidak terlalu jauh dari stasiun kereta Kejaksan. Anda dapat menggunakan mobil pribadi atau jika anda ingin menyewa mobil anda bisa menggunakan jasa Sewa mobil Ertiga Cirebon. Waktu tempuh yang anda perlukan hanya sekitar 10 sampai 15 menit. Apabila anda bepergian sendiri ada baiknya anda menggunakan jasa ojek atau angkot dengan meminta turun di pasar Kanoman dan setelah itu anda diharuskan untuk berjalan kaki menyusuri pasar sebelum sampai di depan gerbang.

pendopo keraton kanoman cirebon

Atraksi Utama Keraton Kanoman Cirebon

Keraton Kanoman setiap tahunnya menyelenggarakan beberapa ritual tradisi seperti mamayu, tawurji, damal apem. Ketiga tradisi di atas biasanya dilakukan serentak dalam sehari, tujuannya yaitu keraton mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan berkat kepada seluruh masyarakat. Tradisi lain yang dapat anda saksikan setahun sekali adalah Grebeg Syawal. Ketika tradisi ini dilakukan, seluruh pintu istana yang berjumlah 9 buah akan dibuka secara umum untuk masyarakat, prosesi ini diawali dengan kunjungan Sultan ke makam Sunan Gunung Jati. Setelah itu, Sultan akan memberikan sedekah kepada fakir miskin. Tujuan utama tradisi ini adalah membuat semua manusia dapat menghadapi kematian.

Hal-Hal yang Dapat Anda Lakukan di Keraton

Di dalam kompleks Keraton Kanoman ada beberapa hal yang dapat anda lakukan, contohnya:

  1. Anda dapat melihat koleksi-koleksi indahnya Piring Porselen dari tiongkok.
  2. Anda dapat mengunjungi museum yang terdapat benda-benda bersejarah.
  3. Anda juga dapat melihat kereta Perang Paksi Naga Liman dan kereta Jempana yang dipakai oleh Sunan Gunung Jati dalam kesehariannya.
  4. Anda dapat pula menyaksikan sebuah prasasti yang berdiri begitu megah.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan

Padatnya lalu lalang di sekitar Keraton Kanoman diharapkan agar anda berhati-hati apalagi anda menggunakan mobil pribadi karena untuk parkiran di tempat ini agak sedikit susah karena padatnya aktivitas pasar. Punya rencana mengunjungi wisata di jogja, kunjungi sewa bus pariwisata jogja murah  visit http://sewabusyogyakarta.com/ .

Berbicara tentang sejarah kerajaan di Indonesia memang sangat menarik. Bagaimana tidak, Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan ratusan suku bangsa ini terkenal dengan beraneka ragamnya kerajaan. Dari ujung timur Indonesia sampai di bagian barat berderet kerajaan yang dapat anda saksikan. Keberadaan kerajaan atau kesultanan memiliki hubungan erat dengan pakaian yang terbuat dari batik. Sunan Gunung Jati sendiri memiliki pengikut setia yang bernama Ki Gede Trusmi. Ki Gede Trusmi adalah salah seorang pengrajin batik yang mengajarkan seni batik kepada masyarakat sembari menyebarkan Agama Islam. Ki Gede Trusmi adalah cikal bakal berdirinya Kampung Batik Trusmi Cirebon yang tak lepas dari keberadaan Keraton Kanoman Cirebon.