Cirebon adalah kota yang terletak di Jawa Barat yang terkenal dengan julukan kota udang, bukan hanya itu julukan sebagai kota para wali ini juga di sandangnya, ini tidak lain karena keberadaan Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati lahir 1450 Masehi. Namun, beberapa pakar menyatakan bahwa ia lahir pada tahun 1448 Masehi. Sunan Gunung Jati merupakan salah satu bagian dari kelompok ulama yang terkenal di Indonesia bernama Wali Songo dan Sunan Gunung Jatilah yang memperkenalkan Islam kepada masyarakat Jawa Barat. Ayah Sunan Gunung Jati sebenarnya bukan berasal dari Indonesia melainkan dari Gujarat India, sedangkan ibunya adalah asli orang Indonesia yang bernama Nyai Rara Santang, anak dari Prabu Siliwangi. Sejarah mencatat, ada beberapa versi tentang pertemuan kedua orang tua Sunan Gunung Jati. Ada yang mengatakan pertemuan mereka terjadi di Mekkah. Ada juga yang mengatakan di Cirebon. Seiring berjalannya waktu, Sunan Gunung Jati bertumbuh semakin dewasa dan memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Timut Tengah. Sunan Gunung Jati disebut sebagai pengganti Pangeran Cakrabhuwana dalam membangun Cirebon karena menurut Pangeran Cakrabhuwana tidak ada lagi yang dapat meneruskan pekerjaanya dan memimpin Kampung Muslim selain Sunan Gunung Jati. Pada tahun 1479, Sunan Gunung Jati dilantik sebagai Raja Cirebon dan diberikan gelar Maulana Jati. Di tahun 1526, Syech Maulana Jati menyebarkan agama Islam sampai ke Banten dan menjadikan Banten sebagai bagian dari kekuasaan kerajaan Cirebon. Tahun 1533, Banten menjadi kesultanan dan mengangkat sultan Hasanuddin sebagai sultannya yang tidak lain adalah anak dari Maulana Jati. Pada tahun 1568, ketika Syech Maulana Jati berumur 120 tahun akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dan berpulang ke Rahmatullah. Syech Maulana Jati sekarang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung jati karena tempat peristirahatan terakhirnya berada di atas Gunung Jati.

Akses Masuk Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon ini terletak kira-kira sekitar 100 meter dari jalan Sunan Gunung Jati, lokasinya sekitar 6 kilometer dari pusat kota Cirebon. Apabila anda hendak mengunjungi makam ini dengan menggunakan kendaraan umum, ketika anda tiba di stasiun Harjamukti Cirebon dari situ anda dapat menggunakan becak dengan tujuan terminal angkutan kota Dukuh Semar yang bertempat di belakang terminal Harjamukti. Tidak terlalu jauh sebenarnya, anda bisa juga berjalan kaki jika anda berniat untuk menekan budget. Setelah itu ada banyak pilihan tetapi sebaiknya anda memilih untuk menggunakan Angkot D5 menuju pertigaan Krucuk yang berdekatan dengan kantor Telkom. Tarifnya lumayan murah sekitar 4000 rupiah. Setelah sampai di pertigaan Krucuk anda dapat berganti kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan mobil elf yang menuju ke Indramayu dengan tarif sekitar 3000 rupiah, tetapi jika anda punya cukup banyak budget memilih untuk sewa mobil sangat disarankan untuk anda agar dapat menikmati perjalanan, anda dapat menyewa mobil di sewa mobil Luxio Cirebon.

ziarah makam sunan gunung jati cirebon

Daya Tarik Wisata Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati memiliki bangunan yang mempunyai ciri arsitektur Jawa, Cina dan Arab. Pada desain dinding di bagian interior ruangan sangat nampak bergaya arsitektur Cina. Ini disebabkan banyaknya hiasan porselen dan keramik. Bukan hanya pada dinding, keramik yang rata-rata berumur ratusan tahun ini juga banyak terdapat di sepanjang jalan menuju makam. Pada dinding bangunan makam terdapat ukiran kaligrafi yang mencirikan arsitektur dari Arab, sedangkan atap yang berbentuk limas adalah ciri dari Jawa. Makam ini tergolong unik sebab memiliki sembilan pintu yang bersusun secara bertingkat dan mempunyai nama yang berbeda, nama dari pintu pertama sampai terakhir adalah

  1. Pintu Gapura
  2. Pintu Krapyak
  3. Pintu Pasujudan
  4. Pintu Ratnakomala
  5. Pintu Jinem
  6. Pintu Rararoga
  7. Pintu Kaca
  8. Pintu Bacem
  9. Pintu Kesembilan

Untuk para pengunjung dan peziarah hanya diperbolehkan sampai pada pintu kelima, karena setelah pintu kelima itu hanya diperbolehkan untuk kalangan keturunan Sunan Gunung Jati. jika ingin bewisata ke jogja, silahkan hubungi bus pariwisata Jogja visit http://sewabusyogyakarta.com/

Kegiatan yang Dapat Anda Lakukan

Tak banyak yang dapat anda lakukan di sini selain berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, sebab memang tempat ini dikhusukan untuk wisata religi. Ketika anda ke makam tersebut anda akan melihat ternyata yang datang berziarah bukan hanya pribumi, tetapi juga dari etnis Tionghoa. Ini disebabkan dulunya Sunan Gunung Jati pernah ke negeri Tiongkok untuk menyebarkan agama Islam. Sepulangnya dari sana, anak putri dari salah satu kaisar Hong Gie jatuh cinta kepada Sunan Kalijaga dan meminta kepada ayahnya agar dapat menyusul Sunan Gunung Jati ke Cirebon dan pada umur 23 Ong Tien Nio putri dari kaisar Hong Gie wafat dan dimakamkan di dekat makam Sunan Gunung Jati.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan Selama Berada di Makam Sunan Gunung Jati

Berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu keinginan banyak orang maka tempat ini akan dipenuhi para peziarah, diharapkan agar anda tidak teledor atau tetap waspada. Di makam ini ada terdapat balai yang bernama balai Pelayoman. Menurut warga setempat jika ada seseorang yang tertidur di balai tersebut ketika kembali ke rumahnya maka orang tersebut akan meninggal dunia.

Makam ini memang tak pernah sepi oleh peziarah yang datang dari seluruh pelosok negeri ini. Bukan hanya itu, beberapa peziarah juga datang dari luar negeri, di komplek pemakaman ini banyak warga yang menjual berbagai macam kebutuhan utamanya makanan. Jadi anda tidak usah takut untuk menginap di tempat ini. Toilet juga tersedia di tenpat ini untuk kegiatan MCK dengan cukup dengan membayar 2000 rupiah untuk buang air kecil dan 3000 rupiah untuk mandi dan buang air besar. Kalau di kompleks makam ini terdapat mitos tentang seseorang yang dapat meninggal ketika tertidur lain lagi kalo di Gua Sunyaragi Cirebon. Gua ini di percaya dapat membuat anda menjadi berat jodoh. Tak ada habisnya jika kita mengulas tentang Cirebon, kota yang begitu penuh dengan sejarah dan budaya, Makam Sunan Gunung Jati Cirebon adalah salah satu contoh peninggalan sejarah yang begitu tersohor.